Pekanbaru,14 oktober 2012
0:09 AM
Pada suatu hari seorang anak gadis tidur lalu bermimpi. Dalam mimpinya, seolah-olah setiap orang bisa melihat bentuk hati di dada orang lain termasuk hatinya sendiri. Sekilas, ia sangat mengagumi dan terheran-heran dengan suasana ini. Lalu, gadis itu mengalihkan pandangan ke dadanya sendiri, ia sangat bangga ketika melihat hatinya berbentuk merah jambu utuh dan berkilauan. “Hati yang sempurna” katanya, “Tak bercacat dan tak bernoda”.
Lalu ia melangkahkan kakinya keluar. Ia mulai mengamati hati orang-orang di sekitarnya. Ada yang terpancar indah seperti miliknya, ada yang terdapat luka yang besar, ada yang kecil, dan sebagainya. “Wow, luar biasa…” katanya lagi. Si gadis makin yakin bahwa hatinyalah yang paling sempurna karena ia tidak melihat ada hati yang lebih indah dari miliknya.
Pandangan gadis itu terpaku saat melihat seorang pria yg usianya kira-kira tidak jauh darinya yg berpakaian sederhana dan menggunakan penutup kepala,hampir tidak kelihatan wajahnya,ia seolah terus mengamati dan mengikuti setiap gerak yang di lakukan gadis tersebut, pria itu berhati sangat besar tetapi tak berbentuk. Gadis itu heran kenapa banyak sekali lubang yang ternganga di hati orang itu. Ia berjalan mendekat ke arah si pria dan bertanya kepadanya.
“Kenapa hatimu seperti itu? kenapa tidak berbentuk sempurna dan indah seperti miliku?” Katanya setengah pamer.
Jawab pria itu, “Mungkin karena kamu masih lugu dan belum terlalu memahami dunia.”
Pria melanjutkan, “Setiap saya mencintai seseorang, aku mencongkel hati ini dan kuberikan padanya. Begitu pula jika saya menolong orang, selalu ada serpihan hati yang kubagi pada orang itu. Dulu, saat aku masih sekolah dan bergaul dengan banyak sahabat, hatiku teriris-iris karena harus kubagi pada banyak sekali teman. Saat saya mulai dewasa dan sudah mengenal cinta,kasih,dan sayang, hatiku hampir habis tersayat-sayat untuk memahami yang nama nya cinta.”
“Tetapi, ada suatu saat di mana orang-orang juga mulai membagi hati pada saya. Mereka juga belajar mengiris hatinya untuk menutup setiap luka di hati saya hingga bertumpuk-tumpuk, itulah sebabnya kenapa hati saya beberapa kali lipat lebih besar dari hatimu, sekalipun tidak berbentuk lagi. Memang, tidak semuanya mau berbuat demikian, itulah sebabnya kenapa masih banyak sekali lubang menganga di hati ini.Sekarang, hati siapa yang lebih indah? hatiku atau hatimu?”
Gadis itu tertegun untuk sekian lama. Ia mulai menyadari bahwa hati pria itu jauh lebih sempurna dari hatinya. Luka, cacat, dan banyaknya tambalan di hati pria itu justru menjadikannya lebih indah dan lebih besar dari miliknya. Setiap lubangnya seolah berbicara tentang cinta dan ketulusan di kehidupan yang dijalaninya. Sejenak, si gadis mulai mengamati wajah Pria itu. Ia terperanjat ketika melihat bahwa pria itu ternyata Lelaki yang menjaga dan sangat mencintainya.
Pria itu melanjutkan ”setiap aku melihat hatimu terdapat luka,aku akan mencongkel hatiku ini untuk menutupi luka yang ada di hatimu , supaya tetap terlihat indah”




